.quickedit{ display:none; }

Sabtu, 19 Januari 2013

Benar, Hanya Dia...

Hujan....
Pada rinai yang turun kali ini, kutunjukkan air mata..
bukan karena rapuhnya hati terhadap sesuatu yang menyesakkan, namun karena melihat keagungan-Nya pada setiap nafas yang kunikmati...
Dia selalu ada, bahkan dalam keadaan apapun..
Kepada-Nya aku berlari, mengadu, bercerita,
meluapkan segala hal yang tak mungkin kuceritakan pada ciptaannya (manusia)
Dia tetap merangkul, mengasihi, menyayangiku...
Meski sangat aku sadari, terlalu banyak penyimpanganku dari firman-Nya

Ketika aku jatuh, terpuruk, berada di titik terendah kehidupan..
ketika aku bukan siapa-siapa, diacuhkan, tak dianggap..
ketika aku merasa sendiri, tak ada siapa-siapa
ketika aku merasa tak dimengerti oleh siapapun..
Dia tetap bersamaku, menunggu aku mengadu pada-Nya
menunggu aku menyadari kepada siapa aku harus bercerita
di mata siapa aku harus menjadikan diriku terlihat berarti dan memiliki derajat
menunggu aku menyadari kepada siapa semestinya aku terus bergantung..
Kepada siapa semestinya aku berharap agar tak kutemui kecewa..
Janji siapa yang semestinya aku percaya..
Perkataan siapa yang sungguh tak pernah keliru,
Keinginan siapa yang seharusnya senantiasa aku turuti,
Larangan siapa yang harus aku dengarkan...
Semua tertuju pada-Nya..
Dia sebaik-baik tempat mengadu..
Dia Yang Maha Tahu
Dimata-Nya manusia harus terihat memiliki derajat
Kepada_Nya semua makhluk bergantung
Kepada-Nya sebaik-baik kita berharap
Janjinya yang selalu benar...
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya

Dan Kepadanya semua berdo'a,
Memohon ampun....
Mensyukuri apa yang aku miliki, apa yang telah Dia berikan...
Meski lahir batin aku menyadari bahwa diriku terlalu kotor, tapi nikmat dan karunia-Nya tak pernah putus.....
Subhalallah, walhamdulillah, wa Lailaha illallah, wallahu Akbar, Astagfirullah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar