Jarak...
Saya merasakan, bahwa jarak betul menguji kesabaran..
Saya merasakan, bahwa jarak betul menguji kesabaran..
jarak bisa mendewasakan..
Jarak membuat hati yang pemarah menjadi luluh...
Jarak membuat hati yang terburu-buru menjadi sabar..
Ia luluh karena jarak telah membuatnya mengerti betapa ia membutuhkanmu di dekatnya. Membuatnya mengerti bahwa yang ia butuhkan adalah bersamamu. Hingga ia tak tahu lagi caranya marah saat jarak mengantarai.
Jarak membuatnya lebih sabar,
Sabar melangkah, sabar menunggu langkahmu agar jarak menjadi berkurang, agar lebih dekat., agar jarak yang mengantarai itu hilang...
Jarak membuatnya lebih dewasa,
Lebih mengerti tentang kehidupanmu, tentang keadaanmu, tentang segala keinginanmu, tentang hal-hal yang tidak kau sukai..Jarak membuat hati yang pemarah menjadi luluh...
Jarak membuat hati yang terburu-buru menjadi sabar..
Ia luluh karena jarak telah membuatnya mengerti betapa ia membutuhkanmu di dekatnya. Membuatnya mengerti bahwa yang ia butuhkan adalah bersamamu. Hingga ia tak tahu lagi caranya marah saat jarak mengantarai.
Jarak membuatnya lebih sabar,
Sabar melangkah, sabar menunggu langkahmu agar jarak menjadi berkurang, agar lebih dekat., agar jarak yang mengantarai itu hilang...
Jarak membuatnya lebih dewasa,
Jarak membuatnya melupakan ego, melupakan keangkuhan, membuatnya mengakui bahwa hal-hal indah adalah ketika bersama..
Benar, jarak memisahkan fisik, memisahkan tubuh..
Tapi, jarak mampu mendekatkan hati, mendekatkan batin, menguatkan komitmen..
Jarak ternyata hadir untuk saling menguatkan, untuk saling merindukan..
Mungkin karena itulah sehingga selalu ada penyambutan yang spesial saat mereka yang pernah terpisah, bertemu kembali.....
Intinya, jarak itu hanya memisahkan fisik bukan hati.
Jarak tak berarti apa-apa ketika dua hati saling
percaya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar