Penelitian
Ilmiah telah membuktikan kebenaran salah satu Firman Allah, dan
menemukan alasan mengapa berdo'a dan berkata positif senantiasa
dianjurkan.
Melalui
penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang
Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP
dan
dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia.
Penelitian ini patut diacungi jempol karena telah membuktikan ayat
dalam Al Quran : “Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (Q.S
Al Anbiya (21) :30).
Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.
Jika kita mengatakan pada air kata-kata “cinta dan terima kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh” maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :
Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan “kamu bodoh” :
Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan “cinta dan terima kasih” :
Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.
Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.
Gambar air SEBELUM diberi doa

Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.
Jika kita mengatakan pada air kata-kata “cinta dan terima kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh” maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :
Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan “kamu bodoh” :
Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan “cinta dan terima kasih” :

Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.
Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.
Gambar air SEBELUM diberi doa

Gambar kristal air SESUDAH diberi doa :
AIR HEXAGONAL
Air mempunyai kemampuan untuk menyimpan energi dengan baik. Banyak penyembuh yang menggunakan air sebagai sarana penyembuhan. Caranya adalah dengan memasukkan / memproyeksikan energi penyembuhan, doa atau energi positif lainnya ke dalam air. Ada pula yang memberikan air dengan rendaman kristal.
Kesemuanya ini sebenarnya merupakan pemberdayaan dari air biasa menjadi air biasa menjadi air yang berkhasiat.
Dr. Masaru Emoto, seorang quantum physicist dari Hado Institute dari pengelihatannya, pada tahun 2003 menyatakan bahwa air akan sangat tanggap dan bereaksi bila terhadap air diucapkan kalimat maupun pikiran. Reaksi yang berbeda terjadi pada pemberian ucapan dengan kalimat / pikiran positif maupun negatif.
Begitu juga air akan berbeda dalam menghadapi jenis musik.
Perbedaan ini terlihat dari adanya penambahan bentuk molekul yang terjadi di dalam air tersebut.
Apabila terhadap air diucapkan kalimat / pikiran positif, musik lembut, maka di dalam air tersebut terbentuklah kristal – kristal air yang berbentuk hexagonal (segi enam).
Sebaliknya bila terhadap air diucapkan kalimat / pikiran negatif, musik yang hingar bingar, maka sama sekali tidak terbentuk kristal – kristal air bahkan bentuk molekul air menjadi kacau balau. Oleh karena itu, wajar pula air akan bereaksi positif terhadap doa. Air yang sudah diberi doa mengandung kristal air yang berbentuk hexagonal.
Air zamzam, air dari lourdes atau tempat – tempat suci lainnya dipercaya dan terbukti dapat menyembuhkan. Hal ini karena dipengaruhi oleh keadaan sekeliling yang penuh dengan gaung doa yang bagaimanapun akan membuat terbentuknya air hexagonal yang mempunyai daya penyembuhan.
Air mempunyai kemampuan untuk menyimpan energi dengan baik. Banyak penyembuh yang menggunakan air sebagai sarana penyembuhan. Caranya adalah dengan memasukkan / memproyeksikan energi penyembuhan, doa atau energi positif lainnya ke dalam air. Ada pula yang memberikan air dengan rendaman kristal.
Kesemuanya ini sebenarnya merupakan pemberdayaan dari air biasa menjadi air biasa menjadi air yang berkhasiat.
Dr. Masaru Emoto, seorang quantum physicist dari Hado Institute dari pengelihatannya, pada tahun 2003 menyatakan bahwa air akan sangat tanggap dan bereaksi bila terhadap air diucapkan kalimat maupun pikiran. Reaksi yang berbeda terjadi pada pemberian ucapan dengan kalimat / pikiran positif maupun negatif.
Begitu juga air akan berbeda dalam menghadapi jenis musik.
Perbedaan ini terlihat dari adanya penambahan bentuk molekul yang terjadi di dalam air tersebut.
Apabila terhadap air diucapkan kalimat / pikiran positif, musik lembut, maka di dalam air tersebut terbentuklah kristal – kristal air yang berbentuk hexagonal (segi enam).
Sebaliknya bila terhadap air diucapkan kalimat / pikiran negatif, musik yang hingar bingar, maka sama sekali tidak terbentuk kristal – kristal air bahkan bentuk molekul air menjadi kacau balau. Oleh karena itu, wajar pula air akan bereaksi positif terhadap doa. Air yang sudah diberi doa mengandung kristal air yang berbentuk hexagonal.
Air zamzam, air dari lourdes atau tempat – tempat suci lainnya dipercaya dan terbukti dapat menyembuhkan. Hal ini karena dipengaruhi oleh keadaan sekeliling yang penuh dengan gaung doa yang bagaimanapun akan membuat terbentuknya air hexagonal yang mempunyai daya penyembuhan.
Inilah keajaiban air yang sangat luar biasa. Ternyata air dapat mendengar dan molekulnya berubah bentuk (Luar biasa…!!!).
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.
Ketika
dibacakan doa untuk kesembuhan didepan sebotol air maka terekam kristal seperti
gambar di bawah ini :
ketika diputarkan music simphony mozart, kristal muncul berbentuk bunga
ketika music heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur
Saat
diungkapkan ‘war’, kpd kristal air (sebelah kiri), maka bentuk kristal ‘peace’
(kanan) tertabrak oleh benda mirip pswt (WTC pd 9 Sept). Gb direkam sblm
kejadian.
Selanjutnya ditunjukkan kata ''malaikat' : terbentuk rantai dgn kristal hexagonal yg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukkan ata ''setan'' , kristal berbentuk buruk dgn bola api di tengah ()gambar kanan'.
Kristal air yang direkam dari mata air yang masih jernih di Jepang
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss,
Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New
York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air
bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.
Air putih galon di rumah, bisa
setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya
saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada
air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan
tubuh tanpa kita sadari.
Bila air minum di suatu kota
didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang
meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda,
“Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang
meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa
minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah . Pantaslah air
zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama
ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Kita akan tersentak bahwa Allah
rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar
benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat
aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Kita masih perlakukan air
tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita
cemari.Astagfirullohaladzim......
Dengan penelitian ini,
jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa
ternyata bisa memberikan kesembuhan kepada penyakit yang berat sekalipun. Jika
dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa
adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang
dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Jadi semua
ini sejalan dengan ilmu pengetahuan.
Penelitian Dr.Masimoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh.
Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespon segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyat aceh selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya adalah air merespon secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri.
Untuk itu marilah kita berhati-hati! apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.
Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! : rejeki tambah lancar, keluarga harmonis dll.
Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka sesungguhnya kita akan mampu menghambat energi negatif yang akan menghantam kita, entah berupa penyakit, stress, sihir dll. Hal ini telah dibuktikan pula oleh Masimoto yaitu air yang telah diberi doa/kalimat positif ternyata masih tetap membentuk kristal meski kemudian diperdengarkan kata-kata negatif
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadits.
Penelitian Dr.Masimoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh.
Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespon segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyat aceh selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya adalah air merespon secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri.
Untuk itu marilah kita berhati-hati! apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.
Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! : rejeki tambah lancar, keluarga harmonis dll.
Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka sesungguhnya kita akan mampu menghambat energi negatif yang akan menghantam kita, entah berupa penyakit, stress, sihir dll. Hal ini telah dibuktikan pula oleh Masimoto yaitu air yang telah diberi doa/kalimat positif ternyata masih tetap membentuk kristal meski kemudian diperdengarkan kata-kata negatif
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadits.
“Dan Kami ciptakan dari
air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al Anbiya : 30).







Tidak ada komentar:
Posting Komentar